Aplikasi Sistem
Informasi Geografis Dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan Keramba Jaring Tancap
Dan Rumput Laut Di Perairan Pulau
Bunguran Kabupaten Natuna
Irwandy
Syofyan1), Rommie Jhonerie1), Yusni Ikhwan Siregar1)
1)Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Riau
Masyarakat
yang tinggal di kabupaten Natuna menggantungkan hidupnya dalam bidang perikanan
baik dalam bidang penangkapan maupun pada bidang budidaya. Kabupaten Natuna
memiliki potensi yang signifikan untuk karamba jaring tancap dan rumput laut,
hanya saja tata ruangnya yang kurang baik. Dalam mengetahui kondisi ruang yang
baik untuk karamba jaring tancap dan rumput laut dengan menggunakan alat Citra
satelit Landsat 5 TM Path/Row 123/57 direkam pada tahun 2002 dan Peta digital kedalaman
perairan Pulau Bunguran serta Peta Laut Natuna, Dishidros TNI AL. Metode yang
digunakan yaitu metode survai dengan memanfaatkan aplikasi SIG. SIG memiliki
fungsi yang efektif dalam penggunannya dalam analisa keruangan. Metode lain
yang digunakan yaitu Weighted overlay
merupakan sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan
dan menidaksamakan input menjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted overlay memberikan pertimbangan
terhadap factor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Data hasil yang diperoleh menngunakan metode Weighted overlay hasil baik untuk digunakan pada karamba jaring
tancap yaitu pada daerah Pulau Bunguran. Hampir sepanjang garis pantai Pulau Bunguran
dapat dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut seperti keramba jaring tancap
maupun budidaya rumput laut. Hasil dari Desa Pengadah, Kelanga, Tanjung dan
Sepempang tidak sesuai untuk KJT dan rumput laut dikarenakan terdapat
ganggungan atmosfir. Hasil dari data Desa Cemaga cukup layak untuk KJT dan
rumput laut karena tidak begitu menganggu dari atmosfir, sedangkan Kelas tidak
sesuai dapat ditemukan disepanjang garis pantai Tanjung Medang dan pada
beberapa pulau kecil yang berada di kawasan Desa Cemaga. Hasil siaman citra menunjukkan
beberapa bagian kawasan di Pulau Tiga tertutupi oleh awan baik untuk daratan
maupun perairannya. kesesuaian kawasan terlihat sebagian besar kawasan pada
perairan Pulau Tiga tidak sesuai khususnya pada bagian luar Pulau Tiga yang
berada di bagian Barat Selatan dan Timur. Namun pada perairan antar pulau (selat-selat)
merupakan kawasan yang sangat sesuai dan sesuai untuk aktifitas KJT dan rumput
laut, Di perairan Desa Kelarik sebagian besar merupakan kawasan yang cocok
untuk melakukan kegiatan KJT dan rumput laut. Dominasi kelas kesesuaian sesuai dan
sangat sesuai tersebar merata diperairannya. Kelas tidak sesuai hanya berada
pada sekitar pulaupulau kecil yang berada dalam naungan administrasi Desa
Kelarik, ketidak sesuaian disebabkan oleh faktor kedalaman yang menjadi pembatas
kesesuaian karena memiliki pengaruh yang paling besar diantara factor-faktor
lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar