Powered By Blogger

Minggu, 08 November 2015

Ikan Ekor Kuning


Apa itu Ikan Ekor Kuning? 


Caesio cuning
Bentuk badan ikan ekor kuning (Caesio cuning) adalah memanjang, pipih, melebar, mulutnya kecik, memiliki gigi kecil dan lancip. Tubuh ikan ekor kuning (Caesio cuning) bagian atas sampai punggung berwarna ungu kebiruan, bagian bawah berwarna merah jambu. Ikan ekor kuning hidup di perairan pantai, karang-karang, perairan karang, dan membentuk gerombolan besar. Umumnya membentuk gerombolan besar. Ikan ekor kuning dapat hidup di perairan dengan kedalaman maksimal 60 meter. Daerah penyebarannya meliputi perairan laut tropis di perairan karang seluruh Indonesia, Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang Pantai Laut Cina Selatan, bagian Selatan Ryukyu (Jepang), dan Perairan Tropis Australia (Habibun, 2011). Terdapat perbedaan pada ikan jantan dan ikan betina terutama pada gonad ikan tersebut. Pada ikan betina gonad berwarna kuning sedangkan pada jantan gonad berwarna putih.
Gonad jantan
Gonad betina
Perlu diketahui pula nilai TKG , IKG  tiap gonad ikan tersebut. dan Fekunditas khusus untuk ikan betina. Tingkat kematangan gonad juga merupakan tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan itu berpijah. Perkembangan gonad yang semakin matang merupakan bagian dari reproduksi ikan sebelum terjadi pemijahan. Selama itu sebagian besar hasil metabolisme tertuju pada perkembangan gonad. Pencatatan perubahan kematangan gonad diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan melakukan reproduksi atau tidak. Dari pengamatan perkembangan tingkat kematangan gonad ini juga didapatkan informasi kapan ikan tersebut akan memijah, baru akan memijah, atau sudah selesai memijah. TKG berbanding lurus dengan pertambahan IKG ikan, hal tersebut dapat dilihat dari nilai IKG pada setiap tingkat kematangan gonad ikan. IKG memang merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur aktifitas gonad. Nilai IKG akan meninigkat denganmeningkatnya kematangan gonad ikan. hubungan linier antara fekunditas dengan bobot tubuh serta bobot gonad mengindikasikan bahwa umlah telur didalam ovarium mengikuti secara proporsional terhadap kedua variabel tersebut.


Faktor yang mempengaruhi fekunditas ikan adalah kondisi perairan, umur, bobot tubuh dan ketersediaan pakan. Bobot tubuh secara linier mempengaruhi jumlah telur yang ada pada ovarium. Ketersediaan pakan menjadi faktor utama karena pakan menyediakan energy yang digunakan ikan untuk pertumbuhan. Menurut Unus dan Sharifudin (2010), semakin banyak makanan maka pertumbuhan ikan semakin cepat dan fekunditasnya semakin besar. Fekunditas pada setiap individu betina tergantung pada umur, ukuran, spesies, dan kondisi lingkungan, seperti ketersediaan pakan (suplai makanan). Besar kecilnya fekunditas dipengaruhi oleh makanan, ukuran ikan dan kondisi lingkungan, serta dapat juga dipengaruhi oleh diameter telur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar