Apa itu Ikan Ekor Kuning?
| Caesio cuning |
Bentuk badan ikan ekor kuning (Caesio cuning)
adalah memanjang, pipih, melebar, mulutnya kecik, memiliki gigi kecil dan
lancip. Tubuh ikan ekor kuning (Caesio cuning) bagian atas sampai punggung
berwarna ungu kebiruan, bagian bawah berwarna merah jambu. Ikan ekor kuning
hidup di perairan pantai, karang-karang, perairan karang, dan membentuk
gerombolan besar. Umumnya membentuk gerombolan besar. Ikan ekor kuning dapat
hidup di perairan dengan kedalaman maksimal 60 meter. Daerah penyebarannya
meliputi perairan laut tropis di perairan karang seluruh Indonesia, Teluk
Benggala, Teluk Siam, sepanjang Pantai Laut Cina Selatan, bagian Selatan Ryukyu
(Jepang), dan Perairan Tropis Australia (Habibun, 2011). Terdapat perbedaan
pada ikan jantan dan ikan betina terutama pada gonad ikan tersebut. Pada ikan
betina gonad berwarna kuning sedangkan pada jantan gonad berwarna putih.
| Gonad jantan |
| Gonad betina |
Perlu diketahui pula nilai TKG , IKG
tiap gonad ikan tersebut. dan Fekunditas khusus untuk ikan betina.
Tingkat kematangan gonad juga merupakan tahap tertentu perkembangan gonad
sebelum dan sesudah ikan itu berpijah. Perkembangan gonad yang semakin matang
merupakan bagian dari reproduksi ikan sebelum terjadi pemijahan. Selama itu
sebagian besar hasil metabolisme tertuju pada perkembangan gonad. Pencatatan
perubahan kematangan gonad diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan
yang akan melakukan reproduksi atau tidak. Dari pengamatan perkembangan tingkat
kematangan gonad ini juga didapatkan informasi kapan ikan tersebut akan
memijah, baru akan memijah, atau sudah selesai memijah. TKG berbanding lurus
dengan pertambahan IKG ikan, hal tersebut dapat dilihat dari nilai IKG pada
setiap tingkat kematangan gonad ikan. IKG memang merupakan nilai yang digunakan
untuk mengukur aktifitas gonad. Nilai IKG akan meninigkat denganmeningkatnya
kematangan gonad ikan. hubungan linier antara fekunditas dengan bobot tubuh
serta bobot gonad mengindikasikan bahwa umlah telur didalam ovarium mengikuti
secara proporsional terhadap kedua variabel tersebut.
Faktor yang mempengaruhi fekunditas ikan adalah kondisi perairan, umur,
bobot tubuh dan ketersediaan pakan. Bobot tubuh secara linier mempengaruhi
jumlah telur yang ada pada ovarium. Ketersediaan pakan menjadi faktor utama
karena pakan menyediakan energy yang digunakan ikan untuk pertumbuhan. Menurut
Unus dan Sharifudin (2010), semakin banyak makanan maka pertumbuhan ikan
semakin cepat dan fekunditasnya semakin besar. Fekunditas pada setiap individu
betina tergantung pada umur, ukuran, spesies, dan kondisi lingkungan, seperti
ketersediaan pakan (suplai makanan). Besar kecilnya fekunditas dipengaruhi oleh
makanan, ukuran ikan dan kondisi lingkungan, serta dapat juga dipengaruhi oleh diameter
telur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar