Ikan Bandeng termasuk ordo Gonorhynchiformes, famili
Chanidae dan genus Chanos. Ikan bandeng juga merupakan ikan berekonomis penting
serta merupakan komoditas ekpor tinggi. Budi daya bandeng (Chanos chanos) di
Indonesia telah dikenal sejak 500 tahun yang lalu. Usaha ini berkembang pesat
hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan memanfaatkan perairan payau atau
pasang surut. Teknologi yang diterapkan juga berkembang dari tradisional yang
mengandalkan masukan benih (nener) dan pengolahan makanan alami hingga
pemberian pakan buatan secara terencana. Dengan rasa daging yang enak dan harga
yang terjangkau, bandeng sangat digemari oleh masyarakat. Sejalan dengan
meningkatnya permintaan, efisiensi budi daya menjadi tuntutan utama dalam upaya
peningkatan produktivitas serta pendapatan petambak/ nelayan. Selama ini,
pengembangan budi daya bandeng di masyarakat tidak banyak menemui kesulitan
karena ikan ini memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan ikan lainnya
(Riko et al., 2012).
Menurut Mansyur dan Tonnek (2012) , Budidaya bandeng di Indonesia telah dikenal sejak 500 tahun yang lalu. Usaha ini berkembang pesat hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan memanfaatkan perairan payau atau pasang surut. Teknologi yang diterapkan juga berkembang dari tradisional yang mengandalkan masukan benih (nener) dan pengolahan makanan alami hingga pemberian pakan buatan secara terencana. pengembangan budidaya bandeng di masyarakat tidak banyak menemui kesulitan karena ikan ini memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan ikan lainnya, yaitu:
1) teknik pembenihannya telah dikuasai , pasokan benih tidak tergantung alam 2) teknologi budi dayanya relatif mudah,
3) bersifat euryhaline, toleran terhadap perubahan salinitas antara 0−158 ppt
4) bersifat herbivorous dan tanggap terhadap pakan buatan,
5) formulasi pakan buatan untuk ikan bandeng relatif mudah,
6) tidak bersifat kanibal dan mampu hidup dalam kondisi
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam
budi daya bandeng menggunakan KJA di laut dan muara sungai adalah:
1) penempatan KJA harus di lokasi
perairan bebas dari pencemaran,
2) perairan jernih dengan salinitas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar